Transformasi Digital Toko Kelontong di Tiongkok Berkat Teknologi Alibaba

 

LST- Transformasi-digital

Pada awalnya, istilah transformasi digital sering kali dikaitkan dengan perusahaan teknologi dan toko kelontong lebih dikaitkan oleh hal tradisional. Namun, berkat salah satu solusi New Retail dari Alibaba, salah satu toko kelontong di Tiongkok merupakan satu dari sekian kisah sukses transformasi digital dari toko kelontong.

Sejak dulu, toko kelontong selalu memiliki peranan penting bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama di negara-negara berkembang seperti Indonesia dan Tiongkok. Namun, disamping perannya yang fundamental bagi masyarakat, toko kelontong terlihat belum terlalu banyak melakukan transformasi dari tahun ke tahun. Hal ini dapat menjadi masalah, karena bisnis ritel lainnya kini telah berlomba-lomba memanfaatkan teknologi agar semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Tantangan ini menjadi semakin nyata, ketika kita melihat semakin menjamurnya minimarket yang lebih nyaman, modern, dan lengkap. Perlahan tapi pasti, toko-toko tradisional bisa jadi kehilangan konsumen mereka akibat perubahan perilaku belanja masyarakat yang mengutamakan kepraktisan. 

Melihat kondisi ini, Alibaba menawarkan salah satu solusi new retail agar toko kelontong dapat bertransformasi dan mengikuti perkembangan zaman digital. Alibaba mengembangkan sistem teknologi terintegrasi agar toko tradisional dapat beroperasi lebih efisien. Simak di sini ulasan lengkapnya!

Cara Lama Mulai Tergerus

Di Tiongkok sendiri, terdapat enam juta toko kelontong yang tersebar, baik di perkotaan sampai pedesaan, dan lebih dari 80% pemilik toko tersebut berusia di atas 45 tahun. Sayangnya, selama beberapa dekade beroperasi, toko-toko tradisional ini tetap menggunakan sistem yang sama. Mereka melakukan segala sesuatunya secara manual, seperti pencatatan stok barang, pembukuan keuangan toko, hingga pemesanan produk baru ke vendor. Tentunya, metode ini cukup menyita waktu dan memungkinkan adanya elemen human error dalam operasional.

Hal ini mengkhawatirkan karena kehadiran toko kelontong sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama karena toko ini dapat memenuhi kebutuhan konsumennya dengan cepat. Tentunya, bisnis toko kelontong ini juga sangat vital bagi para pemiliknya, karena sebagian besar pemilik menjadikan toko mereka sebagai sumber penghasilan utama.

Untuk membantu toko-toko kelontong di Tiongkok agar dapat terus bertahan, Alibaba pun menawarkan transformasi yang ekstrim bagi mereka. Salah satu contohnya bisa dilihat di toko kelontong bernama Huang Donghai. Toko ini merupakan bagian dari inisiatif baru Alibaba yang bernama Ling Shou Tong, yang berarti “ritel terintegrasi”. Inilah perjalanan transformasi digital Toko Huang Donghai.

Tranformasi Digital: Teknologi Membawa Banyak Kemudahan

Toko Huang Donghai dijalankan oleh Weijun bersama anaknya, An. Berdiri selama delapan tahun, toko ini kesulitan untuk bersaing dengan toko-toko yang lebih modern. Mereka pun menyadari bahwa mereka harus bertransformasi dan melakukan upgrade.

BeforeLST-transformasi-digital-toko

Foto Toko Huang Donghai sebelum menggunakan teknologi Alibaba

Alibaba kemudian menawarkan seperangkat sistem teknologi baru untuk mendigitalisasi seluruh proses bisnis di toko dan meningkatkan laba bersih. Misalnya saja, untuk memesan barang dagangan, kini keluarga Weijun hanya perlu menggunakan aplikasi. Aplikasi canggih ini dapat menganalisis konsumen dan membuat daftar rekomendasi barang yang berpotensi untuk laku di pasaran. 

Melalui aplikasi canggih ini, pemilik toko juga bisa berekspansi menyediakan produk lain, seperti layanan isi pulsa dan kuota internet, atau camilan siap makan di toko. Berkat aplikasi ini, kini pemilik toko tidak perlu repot menghabiskan banyak waktu untuk berkoordinasi dengan berbagai distributor. Mereka bisa mendapatkan semua produk secara lengkap melalui aplikasi, tanpa perlu kehabisan stok. 

Teknologi yang dikembangkan oleh Alibaba tidak hanya membantu pemilik toko, tapi juga perusahaan-perusahaan yang menjual produk. Mereka bisa mengetahui insight konsumen yang datang ke toko. Sebagai contoh umum, ketika banyak konsumen menginginkan snack yang praktis dan terjangkau, Oreo kemudian meluncurkan kemasan single agar porsinya pas dengan keinginan konsumen. 

Transisi Lebih Mudah dengan City Partner

Transformasi digital seperti yang dilakukan Alibaba mungkin terdengar merepotkan bagi pemilik usaha kecil. Karena itulah, Alibaba pun memiliki tim konsultan yang disebut sebagai “City Partners” untuk membantu proses transisi teknologi ini. 

City Partners akan membantu instalasi teknologi dari hulu ke hilir, kemudian mengajarkan pemilik toko tentang cara menggunakan aplikasi yang dikembangkan Alibaba. Hanya dengan satu aplikasi, mereka bisa mengatur variasi barang dagangan, display produk, sampai program promosi toko. 

Naik Level dengan Fasilitas Ekstra

Setelah menjalankan transformasi digital ini selama beberapa waktu, toko Huang Donghai mengalami kenaikan penjualan yang signifikan. Mereka pun memutuskan untuk naik level dengan menjadi “Tmall Corner Store”. Dengan kenaikan level ini, toko bisa mendapatkan berbagai fasilitas ekstra untuk menarik semakin banyak konsumen. Misalnya saja, pemilik toko akan mendapatkan pilihan produk yang lebih beragam, papan iklan digital di dalam toko, hingga papan nama toko LED yang terlihat keren dan profesional.

AfterLST-transformasi digital-toko dong huang

Foto Toko Huang Donghai setelah menggunakan teknologi Alibaba

Weijun dan An mengaku bangga dengan perubahan ekstrem toko mereka. Sebagai pemilik usaha kecil, mereka senang bisa mempertahankan akar bisnis mereka, namun di saat yang sama, bisa memanfaatkan kekuatan teknologi untuk mengembangkan penjualan. 

Dengan transformasi toko kelontong yang didukung Alibaba, pemilik toko bisa lebih tenang dalam menjalankan bisnisnya tanpa takut tergerus zaman. Sistem yang mereka gunakan pun akan semakin efektif sehingga tak ada lagi waktu yang terbuang karena masalah administrasi inventaris yang memakan waktu.

Alibaba new retail