Mengubah Keterbatasan Menjadi Peluang Tanpa Batas bersama Lazada

Sugeng-bersama-karyawan

Menjalani bisnis dengan keterbatasan fisik bukanlah hal yang mudah. Kadang, hal ini dapat mengurangi rasa percaya diri dalam melakukan banyak hal. Salah satu seller Lazada, Sugeng Wibowo adalah seorang disabilitas netra yang telah menjalani bisnis di Lazada semenjak 2014 dan hingga kini omset penjualannya terus meningkat. 

Tak hanya itu, sekarang ini Toko Alona yang dijalankan oleh Pak Sugeng telah memiliki belasan karyawan dan mendukung perekonomian berbagai keluarga di sekitarnya. Bagaimana caranya menjadi sukses? Simak kisah Pak Sugeng dalam membangun Toko Alona di AlibabaNews Bahasa Indonesia.

Detik-detik yang Mengubah Segalanya

Di tahun 2002, Sugeng Wibowo yang kala itu berumur 17, sedang pergi untuk membeli makan siang menggunakan motor. Tiba-tiba, ada seorang pejalan kaki yang tiba-tiba ingin menyebrang jalan tanpa ragu. Pak Sugeng yang terkejut waktu itu berusaha menghindari pejalan kaki tersebut sehingga merelakan dirinya dan motornya jatuh. kecelakaan itu terjadi dengan keras sehingga membuat Pak Sugeng terluka. Setelah kecelakaan, Pak Sugeng merasa tidak ada luka yang serius tapi semakin lama pengelihatan mata kanannya terganggu, dan 6 bulan setelah kecelakaan baru ditemukan jika retina mata kanannya robek akibat kecelakaan. Setelah menjalani operasi besar beberapa kali, pengelihatan mata pak sugeng tetap tidak bisa kembali seperti semula.

Namun, hal ini tidak mematikan semangat Pak Sugeng karena ia tetap melanjutkan studinya sampai ke perguruan tinggi. Ia pun berhasil lulus sebagai sarjana teknik dan menyelesaikan kuliahnya dengan baik. Seperti sarjana muda pada umumnya, Pak Sugeng juga melamar kerja ke berbagai perusahaan seperti bank multinasional. Sayangnya, lamaran kerja Pak Sugeng tak kunjung mendapatkan respon positif, karena tidak lulus tes kesehatan dari berbagai perusahaan.

Mengejar Peluang Toko Alona melalui  E-Commerce

Beberapa kemudian, di tahun 2013, Pak Sugeng akhirnya memutuskan untuk memulai bisnis online. Pada waktu itu, ia menjual parfum di website yang ia buat sendiri. Tetapi, di tahun pertama, bisnis Pak Sugeng tak begitu membuahkan hasil karena sepi pembeli. Ia mengatakan pada waktu itu kemungkinan tokonya sepi pembeli karena banyak orang belum percaya dengan website yang ia kelola — apakah website ini penipu atau bukan. Akhirnya, di tahun 2014, seorang teman dekat Pak Sugeng menyarankannya untuk membuka toko di Lazada. Tanpa ragu, Pak Sugeng langsung membuka toko online di Lazada, namun kali ini ia menjual produk-produk home décor dan bedding dengan nama Toko Alona.

Pak Sugeng mengatakan ia merasa sangat terbantu dengan kehadiran Lazada. Jika di website yang ia buat sendiri ia harus mengurus segalanya seorang diri, maka di Lazada ia tidak perlu melakukan itu semua. “Ketika saya memiliki website, saya harus membuat traffic dan membawa traffic ke website saya,” imbuh Pak Sugeng. Tentu saja itu bukanlah hal yang mudah, sehingga dengan adanya Lazada, pekerjaan Pak Sugeng berkurang.

Pak Sugeng menambahkan, “Dengan adanya data insight dari Lazada, saya dapat mempelajari pelanggan saya lebih jauh, sehingga saya tahu apa saja produk atau promo yang mereka minati. Dengan begini, saya tahu langkah apa yang harus saya lakukan selanjutnya.”

Sugeng Wibowo Toko Alona bersama Karyawan dan Keluarganya

Sugeng Wibowo bersama keluarga dan karyawannya

Setelah berjualan selama kurang lebih 8 tahun di Lazada, Toko Alona mengalami perkembangan yang cukup drastis, sehingga ia dapat membuka toko offline di jalan utama di Kaliurang, bagian utara Yogyakarta pada tahun 2015. Sekarang ini, Sugeng telah mempekerjakan 12 karyawan termasuk pengrajin lokal terutama perempuan yang dipekerjakan sebagai penjahit. Dengan adanya pekerjaan dari Toko Alona, para perempuan ini memiliki pemasukan tambahan untuk keluarganya. Walaupun setahun belakangan ini banyak bisnis yang mengalami penurunan omzet drastis akibat Covid-19 yang berakibat harus membebas tugaskan karyawan, Toko Alona berhasil melewati cobaan pandemi ini dengan baik berkat visibilitasnya di dunia online.

Bagi Sugeng, kualitas sangat penting. Menurutnya, pembeli tidak peduli seperti apa penjualnya, yang penting adalah kualitas produk yang dijual. “Saya merasa bersyukur telah mengikuti kata hati saya dengan mencoba berjualan di Lazada. Berkat berjualan di Lazada, saya sekarang dapat membuka toko offline.” Tambahnya.

Keuntungan Tak Terduga Setelah Mengikuti Program Festival Belanja

Semenjak berjualan di Lazada, Sugeng telah mengikuti program festival harbolnas selama 7 kali dan ia selalu antusias mengikuti program ini. Menurutnya, dengan mengikuti Mega Campaign, penjualan di Toko Alona mengalami kenaikan dibanding hari-hari biasanya. Bahkan, omset yang ia dapatkan saat festival belanja bisa mencapai 1.5x hingga 2x lipat dibandingkan hari biasa. 

Ia bercerita pada harbolnas 12.12 di tahun 2019, penjualannya tercatat paling bagus. Ternyata, saat mengikuti 11.11 di tahun 2020, omzetnya lebih tinggi lagi dibanding tahun sebelumnya walaupun sedang ada pandemi yang melanda.

Tim Seller Engagement Lazada juga tak henti-hentinya memberikan dukungan dan bimbingan terhadap para seller, sehingga banyak seller yang mengalami kenaikan omset seperti Toko Alona. Sugeng menambahkan bahwa jika berpartisipasi pada festival belanja, seller juga mendapat slot traffic khusus. Hal ini membuat eksposur pada brand mereka meningkat. Selain itu, Lazada juga memiliki berbagai fitur seperti fitur Analisa Bisnis yang membantu seller dalam menyusun strategi agar sukses pada saat festival belanja.

Sembari berbisnis, ternyata Sugeng juga menggunakan cerita kehidupannya untuk memotivasi orang lain dengan berkata bahwa tidak ada batasan untuk mimpi seseorang dan mimpi itu pasti dapat terwujud. Sugeng bergabung dengan Lazada Club, sebuah komunitas berisi lebih dari 150 seller. Di komunitas ini, Sugeng kerap kali memberi dukungan dan motivasi kepada para seller UKM untuk terus meningkatkan penjualan. Sugeng bercerita pernah suatu hari seorang seller lansia mendatangi Sugeng di acara Lazada Club dan meminta saran. Beberapa bulan kemudian, mereka bertemu kembali dan seller lansia perempuan tersebut berterima kasih karena saran yang diberikan Sugeng membuahkan hasil. Bagi Sugeng Wibowo, hal tersebut sangat berarti baginya karena ia telah membantu sesama seller di Lazada.

Chief Customer Service Lazada Indonesia, Haikal Bekti Anggoro mengatakan Lazada selalu berkomitmen untuk mendukung seller dalam mengembangkan bisnisnya. Menurutnya, festival belanja yang kerap kali diadakan oleh Lazada, bukan hanya untuk pembeli, tetapi juga untuk seller agar dapat berinteraksi dengan pembeli. Lazada memang memiliki fitur Seller Center yang dapat mengelola kebutuhan seller. Namun, selain fitur Seller Center, Lazada juga tak henti-hentinya mengadakan kegiatan bimbingan secara offline dan online untuk membantu seller agak dapat meningkatkan bisnisnya bersama Lazada.

Alibabanews adalah portal informasi resmi dari Alibaba Group yang menyediakan berita terbaru terkait ekosistem alibaba di Indonesia dan secara global. Dapatkan informasi terbaru langsung di e-mail Anda dengan berlangganan newsletter kami di laman utama

Lazada lazada seller story pak sugeng toko alona